![]() |
| Taman Narmada |
Sekarang, dunia pariwisata Lombok semakin maju, bahkan hampir dapat menyaingi pariwisata Bali. Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa kini tak ubahnya seperti sebuah magnet yang menarik minat industri pariwisata domestik maupun mancanegara. Terlebih lagi setelah beroperasinya Bandara Internasional Lombok (BIL) yang berlokasi di wilayah Tanaq Awu Lombok Tengah menggantikan Bandara Selaparang yang dulunya di Kota Mataram.
Begitu banyak pilihan dan aneka ragam tujuan berlibur di Lombok, sebut saja destinasi wisata pantai, gunung, wisata religi, rumah tradisonal, maupun tempat tempat unik dan bersejarah peninggalan kerajaan di masa lampau. Taman Air Narmada termasuk salah satu diantaranya dan bisa menjadi tujuan Wisata Favorite yang harus anda masukkan ke daftar kunjungan ketika anda berlibur ke Lombok.
Taman Narmada berada di Kabupaten Lombok Barat tepatnya di desa Lembuah, Kecamatan Narmada, atau 10 km arah timur kota Mataram.
Taman Air Narmada memiliki area dengan luas sekitar 2 Ha, dibangun pada tahun 1727 yang silam oleh Raja Mataram Lombok "Anak Agung Ngurah Karangasem". Pemberian nama "Narmada" merupakan penamaan dari agama Hindu yang dianut pada masa itu. Diambil dari kata dasar "Narmadani" yang merupakan nama sebuah anak Sungai Gangga di India yang dianggap suci oleh umat Hindu di dunia.
Taman Narmada dulunya biasa digunakan sebagai tempat melangsungkan upacara "Pekelem" pada kurun tanggal dan bulan tertentu, biasanya pada bulan Oktober dan November. Selain sebagai tempat merayakan upacara Pekelem, Taman Narmada merupakan tempat beristirahat keluarga raja saat musim Kemarau tiba.
Uniknya, desain arsitektur dan struktural taman Air Narmada dikatakan sebagai replika Gunung Rinjani, sebuah gunung tertinggi nomor 2 di Indonesia, dimana Puncak Pura Kelasa di Taman Narmada ini digambarkan sebagai Puncak Gunung Rinjani, dan kolam kolam sekelilingnya digambarkan sebagai Danau Segare Anak.
Taman Narmada tidak hanya mempunyai kolam air sebagai daya tarik. Di kompleks yang oleh pemerintah ditetapkan sebagai kompleks bangunan Cagar Budaya juga terdapat Pura Kelasa. Di Pura ini setiap tahunnya diadakan upacara Pujawali untuk menghormati Dewa Batara yang dipercaya tinggal di Gunung Rinjani. Bentuk Pura Kelasa seperti punden berundak dan menjadi salah satu dari pura paling tua di Lombok. Karena sejak awal memang didesain utnuk menyerupai Gunung Rinjani, maka untuk masuk ke Pura Kelasa ini Anda harus melewati puluhan anak tangga.
Sebenarnya masih ada beberap bagian bangunan di Pura Kelasa seperti Taman Bidadari, Taman Anyar, Taman Paresak dan Taman Kelasa.
